Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Mengancam Wilayah Jabar
Cuaca berlebihan masih mempunyai potensi berlangsung di daerah Jawa Barat. Masalahnya November 2020 di daerah Jawa Barat masih alami masa pengalihan musim (pancaroba), dari kemarau ke penghujan. Hingga kekuatan cuaca berlebihan, seperti hujan deras dalam waktu singkat yang bisa dibarengi kilat atau petir serta angin kuat, angin puting beliung, bahkan juga kejadian hujan es, mungkin berlangsung.
web permainan judi slot berbagai bonus menarik dalam permainan slot
Berkaitan hal tersebut, Kepala Stasiun Klimatologi Bogor, Tubuh Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG), Abdul Mutholib menjelaskan, potensial cuaca 3 hari di depan (3 - 6 November 2020), masih mempunyai potensi berlangsungnya hujan dibarengi kilat atau petir serta angin kuat di sore sampai mendekati malam hari, di daerah Bogor, Sukabumi, Cianjur serta Bandung barat.
"Warga disarankan supaya masih siaga serta waspada pada kekuatan cuaca berlebihan," ucapnya, Selasa (3/11/2020).
Cuaca berlebihan, kata Abdul, menjadi pemicu musibah turunan, seperti banjir, tanah longsor, banjir besar, kubangan, angin kuat, pohon roboh, dan jalan licin.
Awalnya, untuk 2 November 2020, Tubuh Pengendalian Musibah Wilayah (BPBD) memberikan laporan, hujan angin menempa Bogor serta sekelilingnya. Mengakibatkan pohon dari macam alpukat dengan tinggi 12 mtr. serta diameter 80 cm. sampai beringin dengan ketinggian 15 mtr. serta dengan diameter 100 cm. ambruk.
Walau sesungguhnya curahan hujan dengan intensif enteng terdaftar di wilayah IPB Baranangsiang 2,6 milimeter, tetapi papar Abdul kecepatan angin capai maksimal 20 knots km /jam teramati di Stasiun Klimatologi Bogor.
"Berdasar data mode analisis Penyimpangan SST untuk tanggal 1 November 2020 di seputar Laut Jawa Jawa Barat masih hangat lebih dari 2.0 derajat Celcius s/d lebih dari 3.0 derajat Celcius. Ini memberikan indikasi kekuatan evaporasi cukup berarti untuk pembangunan awan - awan hujan di daerah Indonesia terhitung Jawa Barat," kata Abdul.
Berdasar skema tebaran angin 3.000 feet tanggal 2 November 2020 jam 00.00 UTC, Adul menerangkan biasanya angin yang melalui daerah Jawa Barat dari arah Timur sampai Selatan.
Ada pusat siklonik yaitu Typhoon Atsani (1002 ponsela) serta Goni (1000 ponsela) yang terlihat di Laut Cina Selatan. Kecepatan optimal di pusat metode 35 knots serta bergerak menuju Barat membuat shear serta konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan sampai Kalimantan.
"Mengakibatkan terciptanya wilayah tikungan serta pelambatan angin yang melalui daerah Jawa Barat, keadaan ini memberikan dukungan supply uap air ke daerah Jawa barat. Terlihat ada wilayah dengan kecepatan angin berarti di seputar Laut Jawa samping Utara Jawa barat. Mempunyai potensi mengakibatkan peningkatan kecepatan di sejumlah daerah di Jawa Barat salah satunya wilayah Bogor," papar Abdul.
BMKG sudah keluarkan info peringatan awal cuaca berlebihan rasio waktu 3 jam-an untuk daerah Jabodetabek, saat sebelum berlangsungnya cuaca berlebihan untuk 2 November 2020 lalu, dari jam 13.30 WIB sampai 16.00 WIB.
