Saat Sipir Lapas Pekanbaru Terjerat Narkoba dan Mencoreng Predikat Birokrasi Bersih
2 orang sipir yang ditangkap karena diperhitungkan jadi pengontrol narkoba, membuat predikat lapas Pekanbaru, tercoreng. Masalahnya karena tingkahnya anggota polsuspas itu, predikat Daerah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Daerah Birokrasi Bersih serta Layani (WBBM) ke Kantor Daerah Hukum serta HAM (kanwilkumham) Riau.
bandar bol -terkenal perhatikan partai pertandingan bola untuk menang
Ialah Wandi (39) serta Joko (29) sipir yang menghancurkan citra atas predikat WBK serta WBBM yang saat diberi Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum serta HAM, Bambang Rantam, Kamis (27/8/2020) kemarin. Sipir yang diamankan Subdit IV Ditpitnarkoba Bareskrim Polri bersama pengantar narkoba, Joko di Jalan Riau, Gang Rambutan, Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (20/10/2020) tempo hari.
Walau sebenarnya, waktu pemberian predikat itu, Sekjen Bambang Rantam akui sudah banyak perkembangan yang diberi Kanwilkumham Riau sepanjang atas perombakan yang dikerjakan. "Kanwil Riau telah alami perkembangan yang mengagumkan. Jumlah 24 unit kerja yang maju ke Team Penilai Nasional adalah prestasi mengagumkan," tutur Bambang Rantam, Kamis (27/8/2020) saat itu.
Atas perolehan itu, Bambang memberi pesan ke semua barisan Kanwilkumham Riau dan Unit Eksekutor Tehnis (UPT) supaya memerhatikan banyak hal agar bisa raih predikat WBK/WBBM.
"Loyalitas pimpinan serta semua team untuk membuat kesamaan pemahaman dalam penerapan Zone Kredibilitas ialah hal yang penting," tegasnya.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membedah masalah peredaran sabu-sabu serta bahagia five yang menyertakan pelaku Polsuspas Lapas Pekanbaru. Di mana ada 2 orang Polsuspas Pekanbaru yang diamankan di masalah itu. "2 orang anggota Polsuspas yang diamankan atas nama Joko, 29, serta Wandi, 39," katanya, Kamis (29/10/2020) tempo hari.
Dari tangan ke-2 nya, kata Krisno, ditangkap beberapa tanda bukti seperti satu kg narkotika macam sabu-sabu dalam paket teh warna emas serta 1.000 butir pil bahagia five dan satu unit smartphone. "Sekarang ini ke-2 nya telah ditangkap, serta tempo hari narapidana yang terjebak juga dijemput," bebernya.
Tetapi pada penjemputan itu, nyaris satu jam lebih anggota Direktorat Narkoba Polda Riau serta Kasubdit IV Ditnarkoba Mabes Polri berseteru beradu mulut dengan sipir penjara Lapas Pekanbaru. Walau Polisi sudah bawa surat pekerjaan tidak dapat bawa terpidana (narapidana) pengontrol narkoba yang mengeram dibalik jeruji besi Lapas Pekanbaru, Kamis sore (29/10/).
Polisi menyergap home industri ekstasi di Cibinong Bogor. Polisi sukses ungkap jaringan narkoba yang dikebdalikan dengan seorang api di Gunung Sindur.
